Kolom Menangis di Basilica Cistern

Temukan Kolom Menangis di Basilica Cistern, kolom marmer dengan ukiran unik yang dikenal karena simbolismenya yang misterius dan tradisi membuat permohonan yang populer.
Kolom Menangis di Basilica Cistern

Kolom Kolom Menangis di Basilica Cistern adalah salah satu detail arsitektur paling khas di dalam waduk bawah tanah terkenal di Istanbul. Permukaannya ditutupi ukiran melingkar timbul dan ukiran berbentuk tetesan air mata, sehingga mudah dibedakan dari kolom-kolom marmer yang sebagian besar polos di dalam waduk tersebut.

Nama lain yang dikenal Kolom Mata Ayam, Kolom Permohonan, Kolom Air Mata, Kolom Menangis, Kolom Mata Merak, dan Kolom Tetesan Air Mata.

Nama-nama tersebut berasal dari tampilan ukirannya, kelembapan yang terlihat pada batu, serta tradisi populer membuat permohonan yang dikaitkan dengan kolom tersebut.

Apa Itu Kolom Menangis?

Kolom Menangis adalah sebuah kolom marmer berornamen yang terletak di sepanjang jalur utama pengunjung di dalam Basilica Cistern. Berbeda dari kebanyakan kolom lain di struktur bawah tanah tersebut, bagian porosnya tertutup pola timbul berulang.

Lingkaran berbentuk mata
Bentuk seperti air mata
Pola tetesan air
Motif seperti bulu merak
Garis seperti ranting
Bentuk simpul pohon

Karena kolom-kolom di sekelilingnya memiliki permukaan yang lebih sederhana, desain dekoratifnya tampak jelas di bawah pencahayaan atmosferik dari cistern.

Apa arti ukiran tersebut? Makna aslinya tidak pernah dikonfirmasi secara meyakinkan. Kolom itu mungkin pernah menjadi bagian dari struktur arsitektur yang lebih tua sebelum digunakan kembali di dalam Basilica Cistern.

Mengapa Disebut Kolom Menangis?

Nama yang paling umum berasal dari ukiran berbentuk tetesan air yang menutupi kolom. Lingkungan bawah tanah yang lembap juga dapat membuat batu tampak seperti basah, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah kolom itu sedang menangis.

Legenda populer: Salah satu kisah menyatakan bahwa air mata yang dipahat tersebut mengenang para pekerja yang menderita atau meninggal saat membangun penampung air. Namun, penjelasan ini tidak didukung oleh catatan sejarah yang terkonfirmasi dan lebih baik dipahami sebagai cerita rakyat setempat.

Interpretasi lain menunjukkan bahwa pola-pola tersebut mungkin menggambarkan air yang mengalir, bentuk tumbuhan dekoratif, atau mata hewan. Tidak satu pun dari penjelasan-penjelasan ini yang terbukti secara pasti.

Mengapa Kolom Ini Juga Disebut Kolom Mata Ayam?

Kolom Mata Ayam

Nama ini merujuk pada pahatan kecil berbentuk lingkaran yang menyerupai mata. Bentuk-bentuk berulang tersebut tampak di sebagian besar permukaan kolom yang dihias.

Kolom Mata Merak

Beberapa pengunjung membandingkan pola yang sama dengan tanda seperti mata yang terdapat pada bulu merak, yang menjelaskan salah satu nama alternatif kolom tersebut.

Nama-nama ini menggambarkan penampilan dekorasinya, bukan makna historisnya yang telah dikonfirmasi.

Tradisi Kolom Permohonan

Banyak pengunjung juga mengenal Kolom Menangis sebagai Kolom Permohonan Wishing Column. Tradisi populer mengundang pengunjung untuk menyentuh salah satu bukaan melingkar dan membuat permohonan.

  1. Masukkan ibu jari Anda ke dalam salah satu bukaan melingkar.
  2. Jaga agar ibu jari Anda tetap bersentuhan dengan batu.
  3. Putar tangan Anda dalam satu putaran penuh.
  4. Buatlah permohonan saat menyelesaikan gerakan tersebut.

Disebutkan bahwa menyelesaikan putaran akan membawa keberuntungan atau membantu permohonan terkabul. Kebiasaan ini merupakan tradisi pengunjung modern, bukan ritual Bizantium atau religius yang asli.

Berpartisipasilah tanpa menghalangi jalur pejalan kaki dan berikan ruang yang cukup bagi pengunjung lain yang sedang menunggu untuk melihat kolom tersebut.

Latar Belakang Sejarah

Basilika Sarn—dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Bizantium Justinian I pada abad keenam. Bangunan ini dirancang untuk menyimpan air bagi Istana Agung dan bangunan-bangunan di sekitarnya di Konstantinopel.

Waduk bawah tanah ini berisi ratusan kolom marmer. Banyak di antaranya tampaknya telah digunakan kembali dari bangunan Romawi dan Bizantium yang lebih tua, yang menjelaskan perbedaan pada bahan, kepala kolom, dan gaya dekorasinya.

Kolom Menangis adalah salah satu contoh paling jelas dari variasi arsitektur ini. Permukaan reliefnya menunjukkan bahwa semula ia mungkin menjadi bagian dari struktur monumental lain sebelum ditempatkan di dalam sarn.

Apakah Terhubung dengan Kepala Medusa?

Kolom Menangis dan alas kepala Medusa yang terkenal merupakan fitur arsitektur yang terpisah di dalam Basilika Sarn.

Kolom Menangis: Diakui oleh ukiran berbentuk lingkaran dan tetesan air mata yang menutupi porosnya.

Kepala Medusa: Dua kepala batu berukir digunakan sebagai alas di bawah masing-masing kolom. Yang satu diposisikan terbalik dan yang lainnya menghadap ke samping.

Tidak ada hubungan historis yang terkonfirmasi antara pola dekoratif Kolom Menangis dan patung Medusa.

Di Mana Kolom Menangis Berada?

Kolom ini terletak di sepanjang jalur utama pengunjung di dalam Basilica Cistern. Ukiran berbentuk mata yang terangkat dan seperti tetesan air mata membuatnya relatif mudah dikenali di antara kolom-kolom di sekitarnya.

Area tersebut bisa menjadi ramai karena pengunjung sering berhenti untuk memeriksa dekorasinya, membuat permohonan, dan mengambil foto close-up. Berkunjung mendekati awal periode pembukaan pada siang hari dapat memberikan pengalaman yang lebih tenang.

Tips Fotografi

Kolom Menangis adalah salah satu detail arsitektur paling menarik untuk difoto di dalam Basilika Cistern.

  • Foto ukiran melingkar dari jarak dekat.
  • Ambil gambar yang lebih lebar yang menampilkan kolom-kolom di sekelilingnya.
  • Jaga kamera tetap stabil di lingkungan dengan cahaya redup.
  • Hindari menghalangi jalur pejalan kaki pengunjung.
  • Tunggu momen yang lebih tenang sebelum memotret seluruh kolom.
  • Ikuti aturan fotografi dan flash yang berlaku.

Pencahayaan suasana menciptakan bayangan di sekitar ukiran yang ditinggikan, membantu pola terlihat lebih jelas dalam foto.

Fakta Menarik Tentang Kolom Menangis

  • Ini adalah salah satu kolom yang paling banyak dihias di dalam Basilika Cistern.
  • Nama Inggris yang paling umum digunakan adalah Kolom Menangis.
  • Kolom ini juga dikenal sebagai Kolom Mata Ayam dan Kolom Permohonan.
  • Makna asli dari ukiran tersebut belum dapat dipastikan.
  • Kisah peringatan pekerja merupakan cerita rakyat setempat, bukan sejarah yang terbukti.
  • Ritual membuat permohonan berkembang sebagai tradisi pengunjung.
  • Ritual ini terpisah dari alas kepala kolom Medusa yang terkenal.
  • Desain dekoratifnya mungkin berasal dari struktur yang lebih tua.

Lihat Kolom Menangis di Dalam Basilika Cistern

Jelajahi reservoir bawah tanah, perhatikan ukiran yang tidak biasa, dan rasakan tradisi populer membuat permohonan selama kunjungan Anda.

Jelajahi Tiket Basilika Cistern