Lebih dari 200 cistern zaman Bizantium telah didokumentasikan di Istanbul. Studi akademik telah mengidentifikasi bukti setidaknya 211 cistern di seluruh kota bersejarah. Namun, jumlah pastinya masih belum diketahui karena beberapa cistern telah lenyap, tetap tertimbun, atau belum sepenuhnya diteliti.
Cistern Basilika adalah cistern tertutup terbesar dan paling terkenal di Istanbul. Beberapa cistern Bizantium penting lainnya juga dapat ditemukan di seluruh Semenanjung Bersejarah. Beberapa contoh yang paling menonjol tercantum di bawah ini.
Cistern Basilika
Cistern Basilika adalah cistern air bawah tanah besar yang terletak di semenanjung bersejarah Istanbul. Cisterna ini dibangun oleh Justinian I antara tahun 532 hingga 542, ketika Istanbul menghadapi masalah pasokan air pada masa Kekaisaran Bizantium.
Berikut adalah beberapa informasi penting tentang Cistern Basilika
Dimensi: Luas total Cistern Basilika adalah 9.800 meter persegi dan kapasitas air totalnya adalah 80.000 meter kubik.
Periode Konstruksi (Abad ke-6): Cistern Basilika dibangun antara 532 dan 542 pada masa pemerintahan Kaisar Bizantium Justinian I. Pada periode ini, Istanbul mengalami kesulitan besar dalam pasokan air dan cistern dibangun untuk memenuhi kebutuhan air kota.
Sumber Air: Sumber air cistern disediakan melalui saluran air (aqueduct) yang dibangun untuk mengalirkan air yang dibawa dari jauh ke kota. Cisterna digunakan untuk menyimpan air ini dan mendistribusikannya ke kota.
Asal Kolom: Ke-336 kolom di dalam cistern terbuat dari bahan-bahan yang sebagian besar berasal dari kuil-kuil Romawi dan Yunani kuno. Kolom-kolom ini menambah kekayaan estetika pada arsitektur cistern.
Lupa dan Penemuan (Abad ke-16): Cistern Basilika terlupakan seiring waktu dan ditemukan secara kebetulan selama pembangunan Istana Topkapi pada abad ke-16. Cisterna ini digali kembali saat menyediakan air untuk digunakan dalam pembangunan Istana Topkapi.
Kegunaan Lain: Cistern Basilika telah digunakan untuk berbagai tujuan pada berbagai periode sepanjang sejarah. Meskipun digunakan sebagai area penyimpanan air pada masa Ottoman, cistern ini terlupakan dan sesekali ditemukan kembali.
Saat ini, Cistern Basilika adalah salah satu objek wisata di Istanbul dan menawarkan kepada pengunjung perjalanan sejarah sekaligus pengalaman arsitektur yang mengesankan.
Cistern Bizantium lainnya juga dapat ditemukan di bagian-bagian berbeda Istanbul, tetapi Cistern Basilika adalah yang paling sering dikunjungi dan paling dikenal. Jika Anda menyukai sejarah dan tempat-tempat misterius, mungkin menarik untuk menjelajahi cistern Bizantium di Istanbul.
Selain Cistern Basilika, ada beberapa cistern Bizantium penting lainnya di Istanbul. Cistern populer lainnya tercantum di bawah ini.
Cistern Binbirdirek
Cistern Binbirdirek adalah cistern air kuno yang terletak di semenanjung bersejarah Istanbul. Cisterna ini dibangun pada abad ke-4 dan didukung oleh 212 kolom. Cisterna ini digunakan untuk penyimpanan dan penyaluran air. Sebagai salah satu bangunan air dari periode Bizantium Istanbul, ini merupakan titik yang menarik bagi para pecinta sejarah dan arsitektur.
Cistern Theodosius (Serefiye)
Cistern Serefiye yang berusia 1.600 tahun terletak di Semenanjung Bersejarah Istanbul. Tidak ada tanda yang mengungkap kelahirannya, namun petunjuk mengarah ke era Theodosius II. Apa yang membuatnya ramai hari ini? Perpaduan sejarah, seni, dan teknologi—tarian memukau yang dipertunjukkan melalui sistem pemetaan proyeksi 360° yang inovatif, sebuah yang pertama di panggung warisan Turki.
Cistern Cukurbostan
Cistern Cukurbostan, yang dibangun pada pertengahan abad ke-6, membentang di area yang cukup luas. Tugas historisnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan air bergema dari masa ke masa. Meskipun diabaikan oleh wisatawan, cistern-cistern ini membawa bobot penting dalam sejarah dan arsitektur. Menjelajahi Istanbul dan menemukan harta karun sejarah yang tersembunyi ini dapat memperkaya perjalanan Anda dengan lapisan intrik yang memikat.
Cistern Beyazit
Cistern Beyazit memiliki sejarah yang kaya, dengan artefak yang mencakup 1500 tahun dari periode Romawi hingga awal Bizantium. Studi arkeologi ekstensif selama 10 tahun oleh Museum Arkeologi Istanbul mengungkap harta sejarah ini. Awalnya dibangun sebagai bangunan publik pada era Romawi akhir, kemudian berkembang, dengan lantai bawahnya diubah fungsinya menjadi cistern untuk penyimpanan air. Menambah daya tariknya, beredar kabar yang menunjukkan bahwa cistern ini pernah digunakan sebagai perpustakaan pada masa Bizantium. Perpaduan yang menawan antara sejarah dan fungsi selama berabad-abad!